Keabadian Tiada

SHARE:

Introduce :

Ambrosia (Rose), gadis kriwil berkacamata, cerdas mempesona, kali aja orang tuanya pernah ngidam rebung (tunas bambu) makanya ni anak kadang gak tau malu, istilah Jawanya rai gedhek (dinding yang terbuat dari anyaman kulit/irisan bambu).
Dandelion (Adell), gadis berjilbab, jenius tapi pemalu, anak piatu sebab ibunya meninggal dunia setahun yang lalu karena kanker panu. Walaupun anak bungsu,  dia tetap tegar menjalani kehidupannya yang kelabu, soalnya kedua kakaknya enggak pernah mau tahu.
Oxymoron (Qosym), pemuda cool en smart lulusan Harvard *halagh..* berpengetahuan luas seluas semesta *huweek..*, ambisius dan angkuh namun mudah terenyuh, bercita-cita merubah dunia sekehendak hatinya. Idealis namun tetap realistis, suka yang praktis-praktis, apalagi yang gratis. (maunya sih masuk Syurga gratis... :P)

*********************



"Dell, kamu tahu enggak setelah mati kita tuh ke mana dan bagaimana ?" tanya Ambrosia pada Dandelion ,temannya. Tanpa menunggu jawaban temannya itu Ambrosia meneruskan, "Akhirat, kaaaaaaaan ?". Sambil menunggu jawaban, kacamatanya yang sering melorot itu ia betulkan, yeaaah mungkin aja merk murahan.

Dandelion melonggarkan jilbab pashminanya yang serasa mulai mencekik leher, heran, ni anak kesambet apaan sih koq pertanyaannya berat gitu, pikirnya saat itu. "Ehem,,, begini ya Ross...", hening~~~ karena Dandelion mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sesimpel mungkin, bingung memilih kata yang mudah dicerna, ternyata sulit juga pikirnya, ia tahu temannya yang satu itu tak mudah percaya isi kitab suci sebelum melakukan dialektika,,,heniiing~

"Woooiiii... sori sori, gue telaaaaat" Oxymoron dateng sedikit berlari, jika saja gak pake sepatu tipe running boots sport, waaah udah nubruk kedua temannya yang sudah duduk menunggu tuh anak. "Sori sori, barusan abis disuruh angkat jemuran, Emak sih pake sok-sokan jadi ketua arisan, akhirnya gue nih yang handle tuh kerjaan."

Hermes Cafe, desain interiornya yang art-deco membuat ketiga sahabat itu seringkali betah berlama-lama nongkrong disini, nyaman, hangat, membuat persahabatan mereka makin erat. Nuansa Greek hampir memenuhi semua sudut ruangan, apalagi tampak patung Hermes berdiri tanpa ekspresi di tengahnya. "Gimana Dell, pertanyaanku tadiii..." Ambrosia mengejar Dandelion dengan pertanyaan yang sama, lagi-lagi gadis ini membetulkan kacamataaa...(m.u.r.a.h.a.n)nya.

"Aduuuh, kamu nayanya koq gitu sih. Mbok tanya gosipnya Kim Hyun Joong, Lee Min Ho ato apalah yang ringan aja. Bosen ah ngebahas yang berat-berat. Tanya aja tuh Qosym !"

"Dell...", Ambrosia menatap sobatnya itu dengan mata melas, mengharap jawaban yang membuatnya puas. "Dell... kamu lagi 'dapet', yaa ?" *gubraak* "Enggak biasanya dey, kamu jutek gituuu"

Dandelion kikuk, secangkir kopi arabicanya yang tinggal ampas itupun terpaksa diaduk-aduk, tatapan kosong sekosong batinnya yang tak siap menjawab, "Hidup sesudah mati ituuuu, kalo menurut para saintis sih, enggak ada. Masing-masing jiwa akan ter-recycle, terlahir kembali, eksistensinya abadi, tubuh hanyalah kuil, sesudah matipun jiwa itu akan menempati kuil yang lain." ia langsung mengalihkan pandangannya pada Oxymoron, "...Bagaimana, Sym ?"

"Eh...." Oxymoron kaget karena begitu datang ia langsung sibuk mencet keypad menulis status facebooknya yang satu jam ini belum update, kampret, bisiknya lirih. Dia memandangi kedua sahabatnya, Dandelion yang sedang mengetuk-ngetuk sendok dalam cangkir, dan Ambrosia yang memilin-milin rambut yang sebenarnya tanpa dipilinpun sudah kriting. "Huuuufthh.... Serius amat sih kalian"

Ambrosia membetulkan kacamatanya (lagiii *mati gaya nih penulisnya*), "Ah.... lama-lama koq aku gak percaya Tuhan yang didefinisikan para agamawan sih. Aku pikir kehidupan ini hanyalah sebuah sistem, masing-masing manusia hanya sekedar menjalani perannya. Itulah mengapa ada yang mengannggap Tuhan itu tidak ada, kosong namun isi, tidak ada namun harus ada, diperhalus dengan istilah impersonal, acintya, diperhalus lagi menjadi Tuhan itu berwujud namun tak terdefiniskan wujudnya".

"Bentar bentar...." Oxymoron menyahut, "Aku barusan gugling nih, dan menemukan sebuah blog, namanya Debu Semesta. Keknya ini nih yang bisa menjawab pertanyaanmu, Ross !". Oxymoron langsung membacakan quote temuannya itu, "Irasional hanyalah ungkapan dari sesuatu yang belum bisa dicapai dengan rasional. Kekosongan hanyalah ungkapan ketidakberdayaan untuk menggambarkan isi yang belum pernah terbayangkan. Impersonal hanyalah keterbatasan bahasa manusia untuk menggambarkan personal Tuhan yang tak terjangkau akal".



Peth...!!! *listrik padam*

Ketiga sahabat itu terdiam, mungkin tanpa melihat apa-apa, tanpa mendengar apa-apa ketiganya bisa mulai memahami apa itu keabadian. Tiada yang abadi, bahkan ketiadaan itu sendiri, kecuali Yang Maha Abadi.


Cerita di atas hanya sekedar fiksi belaka, ditulis dalam rangka meramaikan Kontes Flashfiction Ambrosia yang diselenggarakan Dunia Pagi dan Lulabi Penghitam Langit.

COMMENTS

BLOGGER: 26
Loading...
Nama

Atheis Blogging FlasFict I'tibar(Inspirasi) Iseng Ketuhanan Konspirasi Muhasabah(Introspeksi) Mujadalah(Berdiskusi) Muroja'ah(Mengulangi) Muthola'ah(Menganalisa) PR Silaturrahiim Ta'lim Tajwid Tarikh Wanita
false
ltr
item
Debu Semesta | Just For You: Keabadian Tiada
Keabadian Tiada
Debu Semesta | Just For You
http://www.samaranji.net/2012/02/keabadian-tiada.html
http://www.samaranji.net/
http://www.samaranji.net/
http://www.samaranji.net/2012/02/keabadian-tiada.html
true
764168301857459650
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy