Nabi Nuh a.s. Nenek Moyang Bangsa India, Lho!

SHARE:

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillah, wash sholatu was salamu 'ala Rosulillah SAW.
Mungkin ini kesimpulan premature, namun saya tidak akan menutup kritik, saran dan masukkan ataupun sanggahan dari teman teman. Hal ini setidaknya mengobati kerinduan saya untuk memposting hal beginian... asyik sih :) Menelusuri sejarah kita, manusia, dari mana kita berasal yang pada gilirannya membantu menjawab pertanyaan, akan ke mana kita kemudian. Hehe... koq jadi serius banget eeaaa... :D. Santai saja lah, nikmati penelusuan kita berikut, semoga saja menambah wawasan dan menambah iman kita akan kebenaran Islam sebagai rahmat semesta alam.


Clue 1.
Pernah nonton film India? Pasti familiar ama kalimat ini doong. Acha... acha... acha... nehi maharaj, tungkihe watawasihe... Yapz, fonem (Istilah linguistik dalam menyebut satuan terkecil dalam sebuah bahasa untuk membedakan makna) pada huruf "e" adalah ciri khas bahasa India. Pengucapan "e" bukan kayak apel, gogel, ataupun mewek, bebek. Tapi "e" sebagaimana pada kata jahe, cabe. Fonem ini akan kita temukan dalam Al Qur'an (QS. Hud, 1:41) yang mengisahkan tentang Nabi Nuh 'alaihissalam. Dalam ayat ini ada satu kata dimana para 'ulama ahli tajwid sepakat agar kata tersebut dibaca imalah.


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَاوَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kurang lebih artinya.
QS Hud, 11.41. Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Yang saya kasih warna merah bukan dibaca "majroha" tapi dibaca "majreha". Huruf ro dibaca imalah, ucapan antara fathah (a) dan kasroh (i) sehingga menjadi re. Tentu ada yang berkata, masak gitu doang lagsung di otak atik gathuk. Aneh! Okey... sekarang kia bahas pada clue ke-dua.

Clue 2.
Secara umum, Asal mula bangsa India adalah aum Dravida, penghuni lembah Shindu yang memiliki kepercayaan sendiri yaitu Sanatana Dharma/ kebenaran abadi. Setelah itu datanglah kaum pendatang, Arya sehingga terjadi akulturasi budaya dan agama. Pada gilirannya ras pendatang Arya sangat mendominasi kebudayaan dan peradaban sehingga adanya sistem kasta, dimana bangsa aseli Dravida menempati kasta terendah yaitu sudra. Namun teori "Ras Pendatang Arya" ini banyak yang menentang. Terlepas dari hal tersebut, Secqara umum Agama  mereka mengakui adanya Trimurti, 3 Dewa, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. 


#Mmmhhh... koq jadi kemana dimana seh :( ini kan mau ngebahas Nabi Nuh a.s kan? Iya deh... Bagaimana kalo kita "tadarus" Surat Nuh dalam Al Qur'an. Dari Surat teresbut kita bisa tahu loh nama2 tuhan/ dewa2 Kaum Nabi Nuh 'alaihissalam itu. Salah satunya adalah Suwwa. Kurang lebih artinya :

QS Nuh, 71.23. Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwwa´, yaghuts, ya´uq dan nasr".

Mirip enggak sama Siwa? #Yieee.... cocologi lagi nih :p Haha. Masih pingin baca lagi kan Clue berikutnya?. Kejedot *eh cejidot *eh cekidot... (maaf kibotnya payah, hurufnya pada ngilang semua, padahal saya kan belum hafal).

Clue 3.
Sebagai peyeimbang, ada baiknya kan kalo kita juga berpijak pada literatur Hindu sendiri. Dalam lontar Purwaka Bhumi dikisahkan tentang teori penciptaan sebagai berikut;

“Ketika semesta masih kosong awal mula yang “ADA” hanyalah Sang Hyang, hakekat pertama adalah Sang Hyang Widhi Wisesa tanpa bentuk, tanpa warna dan tanpa teman maka timbullah keinginan Beliau untuk menciptakan Dewata, yang pertama lahir seorang wanita bernama Ni Canting Kuning (Bhattari Uma), yang kedua seorang putra bernama Kursika (Bhattara Iswara) kemudian Sang Garga (Bhattana Brahma), Sang Metri (Bhattara Mahadewa), Sang Krusya (Bhattara Wisnu) dan yang terakhir adalah Sang Pretanjala (Bhattara Siwa).  

Wisnu = Wisesa Nuh (Tuhan dari Nuh)

Dalam agama Hindu, manusia pertama disebut Manu. Dalam setiap kurun Manwantara (yaitu suatu kurun zaman dalam satu kalpa) pasti ada Manu. Ada empat belas Manwantara, sehingga ada empat belas Manu. Zaman sekarang adalah Manwantara ketujuh dan diperintah oleh Manu ketujuh yang bergelar Waiwaswata Manu. Dan mungkin Nabi Nuh adalah salah satu Manu tsb.

Manu = Man Nuh (manusia Nuh)


Ngomongin tentang kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, tentu identik dengan "Air Bah" (banjir dahsyat) dooong. Dalam Islam sendiri ada yang percaya peristiwa tersebut hanya bersifat lokal, namun ada juga yang menganggap bahwa itu banjir global. Mbah Wiki sendiri mencatat mitos2 dunia yang merekam tentang peristiwa banjir global [http://id.wikipedia.org/wiki/Air_bah_%28mitologi%29]. Dalam Mitologi Hindu kita akan mengenal Ikan Besar (Matsya) yang memberitahu Manu untuk membuat kapal.


Matsya = Masya-Allah (kaget karena takjub)

Menarik bukan? Pasti ada yang bilang ini sekedar cocologi bukan? Tapi kita perlu tahu awal perkembangan bahasa manusia. Jiwa kita ingin memahami bagaimana bahasa dikuasai dan dipergunakan dan dipergunakan oleh manusia, kita harus memisahkan sistem kognitif secara tersendiri, suatu sistem pengetahuan dan keyakinan yang berkembang sejak anak-anak, yang telah berinteraksi dengan factor-faktor lain, untuk menentukan jenis perilaku kebahasaan yang dapat kita amati. Dalam istilah linguistic, Chomsky menggunakan istilah kompetensi, yaitu yang mendasari itu tidak didasari oleh manusia. Dari konsep ini dapat dimengerti bahwa bahasa itu bukan learned¸ melainkan innate. Bahasa sudah tertanam dalam alam bawah sadar setiap kita, manusia. Tanpa mengetahu secara teknis dari bahasa bangsa lain, tekadang dari bahasa tubuh kita mampu menangkap pesannya. Saya pribadi menamakannya Bahasa Semesta. :)

Inspired :
Al Qur'an Al Kariim
http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=1094&Itemid=79
http://id.wikipedia.org/wiki/Air_bah_%28mitologi%29
http://id.wikipedia.org/wiki/Mitologi_Hindu
http://id.wikipedia.org/wiki/Matsya
http://id.wikipedia.org/wiki/Manu_%28Hindu%29

Semoga bermanfa'at...
Alhamdulillah... pas Maghrib... Selamat berbuka semoga amal ibadah kita hari ini diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin.

COMMENTS

BLOGGER: 45
Loading...
Nama

Atheis Blogging FlasFict I'tibar(Inspirasi) Iseng Ketuhanan Konspirasi Muhasabah(Introspeksi) Mujadalah(Berdiskusi) Muroja'ah(Mengulangi) Muthola'ah(Menganalisa) PR Silaturrahiim Ta'lim Tajwid Tarikh Wanita
false
ltr
item
Debu Semesta | Just For You: Nabi Nuh a.s. Nenek Moyang Bangsa India, Lho!
Nabi Nuh a.s. Nenek Moyang Bangsa India, Lho!
http://3.bp.blogspot.com/-6otfYCKmDmY/UBy4G1a8hkI/AAAAAAAABBY/2m5sYelgkOs/s320/Manu-Matsya.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-6otfYCKmDmY/UBy4G1a8hkI/AAAAAAAABBY/2m5sYelgkOs/s72-c/Manu-Matsya.jpg
Debu Semesta | Just For You
http://www.samaranji.net/2012/08/nabi-nuh-as-nenek-moyang-bangsa-india.html
http://www.samaranji.net/
http://www.samaranji.net/
http://www.samaranji.net/2012/08/nabi-nuh-as-nenek-moyang-bangsa-india.html
true
764168301857459650
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy